KLIK GAMBAR
KLIK GAMBAR
Bang Rasyiid lagi lihatin anak-anak lain yang lagi main

Lapangan Puputan Badung, Taman Kota Bernilai SejarahBang Rasyiid balik lagi.. Kali ini Bang Rasyiid, Ibuk sama Ayah main ke salah satu taman Kota Denpasar yang punya banyak nilai sejarah. Disana juga ada sarana bermain untuk anak dan ada juga beberapa alat olah raga yang bisa di gunakan untuk umum.

Waktu itu Bang Rasyiid, Ibuk sama Ayah dateng di Sabtu malem. Sekitar jam 8 malem habis sholat Isya. Niatnya sih nyari jagung bakar, tapi tumben nggak ada yang jualan di pinggir jalan area parkir. Mungkin udah nggak boleh ya dagang di sana. Akhirnya cuma dapet kacang rebus keliling. Tapi ibuk sama Ayah aja yang nyemil, Bang Rasyiid nggak suka dan lebih milih buat main, hihi..

Buat yang mau tahu sejarah apa aja yang ada di Lapangan Puputan Badung ini, lengkap dengan fasilitasnya, baca artikelnya di bawah ini ya..

Perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung
“Puputan” merupakan sebuah kata yang berarti habis-habisan. Lapangan Puputan Badung adalah simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang. Di bagian Utara Lapangan Puputan Badung, terdapat monumen untuk menghormati perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung bersama para pahlawan lainnya saat melawan Belanda di Perang Puputan Badung pada tahun 1906. 
Waktu yang tepat untuk datang ke Lapangan Puputan Badung adalah pagi dan sore hari,. Namun terkadang tak sedikit pula yang datang pada malam hari, antara pukul 7 sore sampai 10 malam.
Di sekitar lapangan juga terdapat kursi-kursi yang bisa digunakan. Tapi waktu itu Ibuk sama Ayah cuma duduk di pinggir batu, sambil lihat Bang Rasyiid main. Ada juga yang main layang-layang, dan banyak pedagang yang menjajakan dagangannya, seperti telur puyuh rebus, harum manis (kembang gula) sampai beberapa jenis mainan.

Pentas Seni
Biasanya setiap hari Sabtu atau Minggu sore, panggung di Lapangan Puputan Badung akan diisi dengan berbagai pementasan seni dari siswa TK dan sanggar-sanggar seni. Pengunjung bisa menyaksikan tari tradisional, permainan musik dan lagu, serta teater secara gratis. Seru ya bisa lihat pertunjukkan gratis, hihi.. Mungkin lain waktu Bang Rasyiid, Ibuk sama Ayah bisa dateng ke Lapangan Puputan Badung lagi.

Bang Rasyiid lagi asyik main sama anak perempuan yang kebetulan juga malam mingguan (bareng orang tuanya juga) di Lapangan Puputan Badung

Museum Bali dan Pura Agung Jagatnatha
Bagi pengunjung yang ingin berjalan-jalan di sekitaran Lapangan Puputan Badung, ada Museum Bali dan Pura Agung Jagatnatha. Kedua tempat ini ada di sebelah timur lapangan. Di Museum Bali, pengunjung bisa melihat gambaran kebudayaan Bali tempo dulu dan perkembangannya sampai saat ini.
Di dalam museum tersedia berbagai kerajinan dari berbagai daerah di Bali. Kita bisa melihat peralatan sehari-sehari yang digunakan masyarakat Bali zaman dahulu. Ada juga pakaian daerah Bali untuk sehari-hari sampai prosesi pernikahan, dan banyak pajangan lain.
Di sebelah Museum Bali, ada Pura Agung Jagatnatha yang juga bisa dikunjungi walaupun tidak untuk beribadah. Pura Jagatnatha ini sangat ramai dikunjungi umat Hindu pada Hari Raya Siwaratri untuk melakukan makemit atau tidak tidur semalam suntuk. Pura ini cukup luas. Pengunjung akan merasakan suasana yang tenang ketika sedang berada di dalam area pura.

Sebelum berkunjung, perhatikan peraturan untuk memasuki area pura ini ya..
1. Berpakaian yang rapi dan sopan. Mengenakan kelengkapan pakaian adat yang disediakan.
2. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
3. Meminta izin kepada pengempon / pemangku adat setempat.

Untuk teman-teman yang berkunjung ke Bali,  jangan sampai terlewatkan ya jalan-jalan ke Lapangan Puputan Badung ini. Sampai jumpa lagi - Lapangan Puputan Badung, Taman Kota Bernilai Sejarah.
KLIK GAMBAR